Metode Penelitian Eksegesis

10 02 2011

Metode penelitian eksegesis berada dalam dua domain besar: diakronis (diachronic) dan sinkronis (Synchronic). Diakronis berorientasi pada historisasi teks. Artinya teks dengan segala macam keterkaitannya dengan sejarah: kapan teks itu muncul, siapa penulisnya, siapa redaksinya, bagaimana teks itu diturunkan (oral atau tertulis), dll. Sedangkan sinkronis lebih berkonsentrasi pada persoalan teks yang menjadi objek studi eksegesis. Bagaimana struktur teks, leksikal-gramatikal-sintaksnya seperti apa, dll., adalah sejumlah fitur dari pendekatan ini. Berikut ini adalah beberapa klasifikasi keduanya:

DIAKRONIS

Kritik literer

Kritik ini popular pada abad ke-19. Ada dua sarjana PL yang berkaitan erat dengan metode ini yakni Abraham Keunen dan Julius Wellhausen. Bernhard Duhm juga adalah penganut setia metode ini. Beberapa hal yang menjadi perhatian kritik literer adalah: (1) apakah teks yang ada sekarang pada awalnya adalah satu kesatuan teks? (2) apakah penulis Alkitab menggunakan sumber-sumber yang sudah ada? Jika ya, sumber yang mana? Bagaimana awal dan akhir dari sumber itu? (3) apakah tambahan-tambahan yang belakangan atau sekunder dapat diidentifikasi?

Lingkup penelitian kritik literer lebih condong ke arah kesatuan-kesatuan teks dalam skala besar.  Misalnya sumber-sumber: Yahwist, Elohist, Priest, dan Deuteronomist (YEDP).

Jadi yang menjadi pokok pendekatan mereka adalah sejarah literer sebuah teks.

Tafsiran-tafsiran yang berbasis kritik literer adalah: Kurzer Hand-Commentar zum Alten Testament (KHC), Kommentar zum Alten Testament (KAT), Handbuch zum Alten Testament (HAT) dan The International Critical Commentary (ICC).

Kritik Bentuk

Nama lain dari kritik ini adalah Formgeschichte dan Gattungsgeschichte. Tentu saja kritik bentuk tidak dapat dipisahkan dengan penggagasnya yakni Herman Gunkel. Ia disebut bapak kritik bentuk, tetapi juga bapak Religionsgeschichtliche schule (bapak sejarah agama-agama). Karena ia sangat tertarik pada kehidupan religi yang berada di belakang teks kuno.

Lingkup penelitian kritik bentuk adalah kesatuan-kesatuan terkecil dari teks. Misalnya: cerita-cerita yang berbeda, perikop-perikop, dll. Dari kesatuan-kesatuan yang berbeda itu kemudian ditetapkan genre (Jer. Gattung). Misalnya: hikayat, ratapan, hymne, dll. Setelah itu ditarik kesimpulan bahwa setiap genre memiliki bentuk yang khas.

Menurut Gunkel setiap genre yang ada dan yang berbeda dalam teks-teks Perjanjian Lama sebenarnya sudah ada secara oral (lisan). Penggunaannya juga demikian, lisan! Berkaitan dengan penggunaannya secara lisan, Gunkel menambahkan bahwa setiap genre memiliki Sitz im Leben sendiri.

Tafsiran yang kental dengan ciri khas kritik bentuk adalah Biblischer Kommentar Altes Testament (BKAT). Beberapa buku dari seri ini juga diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris yakni: Hermenia: A Critical and Historical on the Bible.

Kritik tradisi

Kritik tradisi sangat erat hubungannya dengan dua sarjana PL Jerman: Martin Noth dan Gerhard von Rad. Kritik tradisi sebenarnya berkembang dari kritik bentuk. Tetapi kritik tradisi lebih kepada ‘isi’ dari ‘tradisi lisan’. Misalnya: tradisi penciptaan, tradisi air bah, tradisi keluar dari tanah Mesir dan masuk ke tanah perjanjian, tradisi Daud, tradisi Sion (lih. Mzr. 46) dll.

Para sarjana mencoba menemukan aliran ‘tradisi’ dalam teks.  Mereka juga mencoba menemukan apa penekanannya, mengidentifikasinya, dan memisahkannya. Di samping itu mereka juga menelurusi perkembangan sejarahnya mulai dari awal mula hingga bentuk definitifnya dalam PL.

(BKAT dan Das Alte Testament Deutsch, ATD, adalah dua tafsiran di antara tafsiran lainnya yang sarat dengan kritik tradisi).

Kritik Redaksi

Kritik ini menelusuri bagaimana perkembangan asal-mula kesatuan sumber-sumber yang berbeda-beda sampai pada bentuk teks yang definitif.  Kritik redaksi berkaitan dengan para redaktur.

 

SINKRONIS

Struktur analisis (Strukturalis)

Dasar struktur analisis dibentuk oleh keyakinan bahwa pengertian sebuah teks dibatasi oleh struktur. Pengertian itu juga harus ditetapkan melalui relasi di dalam teks itu sendiri.

Di dalam penelitian PL, struktur analisis biasanya berkaitan dengan struktur yang sangat sempit atau tidak mendalam.

Namun ada juga sisi lain dari struktur analisis ini yakni analisis mendalam yang berkaitan dengan Vladimir Propp, seorang Rusia (juga bisa disebut seorang Formalis).

Kritik Retorik

Rhetorical Criticism mengakar pada kata Yunani rhetor.  Metode ini berkaitan erat dengan upaya mencari jawaban terhadap ‘cara-cara mana’ atau ‘seperti apa’ di dalam teks untuk meyakinkan pembaca agar mengerti apa yang dimaksud oleh sang penulis.

Analisis Naratif

Metode ini hanya terbatas pada teks-teks naratif.  Di dalamnya juga dapat ditemukan sejumlah unsur dari metode analisis struktur dan kritik retorik.  Keterkaitannya dengan struktur analisis menunjukkan bahwa analisis naratif juga menaruh perhatian pada narasi dalam Perjanjian Lama. Di awal dan diakhir narasi biasanya membentuk sebuah inclusio. Struktur yang terdapat dalam setiap cerita tidak sama satu dengan yang lainnya. Tetapi struktur tersebut mencerminkan model  ABCDC’B’A’.

Namun ada juga unsur-unsur yang baru dalam struktur analisis dalam pengertian yang lebih ‘menghebohkan’. Misalnya pemisahan secara tajam antara ‘penulis yang sebenarnya’ dan ‘penulis implisit’ dan ‘pembaca yang sebenarnya’ dan ‘pembaca yang implisit’.  Penulis dan pembaca yang sebenarnya adalah seseorang yang benar-benar menulis teks itu dan orang lain yang membaca teks itu. Dengan kata lain, mereka adalah individu-individu historis. Sedangkan dengan penulis dan pembaca implisit adalah seseorang yang di dalam teks itu sendiri secara implisit disebutkan sebagai penulis; begitu juga dengan si pembaca. Pembaca implisit dapat juga disebut sebagai seseorang yang sama sekali berbeda dari diri anda sebagai pembaca pada saat membaca sebuah teks.

Orientasi  analisis naratif adalah pemisahan narasi itu sendiri dam cara bagaimana narasa itu diceritakan. Atau pemisahan antara materi yang diceritakan dengan cerita yang spesifiek itu sendiri.  Dengan kata lain analisis naratif sebenarnya menyelidiki bagaimana cara seseorang menuturkan cerita itu secara benar.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: