Alkitab dan Puisi

14 02 2011

Salah satu kelompok kitab dalam kanon PL adalah Kitab-kitab Puisi.[1] Ini tentu saja memberi informasi awal bahwa puisi sudah ada dalam Perjanjian Lama, terlepas dari pertanyaan seperti apa bentuk puisi itu sendiri dan bahkan terlepas dari pertanyaan serius dari mana Anda tahu kalau dalam Perjanjian Lama terdapat bentuk-bentuk puisi. Tak cukup hanya menjawab: dari Alkitab. Titik. Maksud saya adakah petunjuk-petunjuk awal mengenai hal ini? Mungkin Anda akan menjawab: “Ada. PL mengenal paralelisme!”. Ini bukan jawaban awal dan sederhana. Jawaban seperti ini sama sekali jelimet. Karena apa yang disebut paralelisme adalah salah satu kategori (atau: bisa juga disebut jenis) puisi. Untuk menjawab pertanyaan di atas, lebih bijak jika ‘terminologi’ di taruh paling awal sebagai upaya menemukan ada atau tidaknya puisi dalam PL. Sebagaimana dikatakan oleh Adele Berlin: “A good starting place would seem to be the Bible’s own terminology”.[2] PL, baik dalam superskripsi kitab-kitab Puisi ataupun bagian-bagian Alkitab lainnya yang ditulis dalam bentuk puisi, mengenal tiga kata yang menunjuk pada puisi.

Sir atau sirah[3]. Dua kata ini berarti ‘nyanyian’ atau ‘syair/sajak’ (song, poem). Dalam penggunaannya sir dapat berdiri sendiri. Misalnya Hak. 5:12 dan Maz. 65:1. Di samping itu sir juga muncul dalam bentuk yang dirangkai. Misalnya dalam Mazmur 120-134: sir hamma‘alot (nyanyian ziarah); Mazmur 137:3: sir tsiyyon (nyanyian Sion); Mazmur 96:1; 98:1; 149:1: sir khadas (nyanyian baru). Kombinasi yang lainnya dapat ditemukan dalam Mazmur 30:1 (sir khanukkat “nyanyian penahbisan”), Mazmur 45:1 (sir yedidot “nyanyian cinta/kasih”), Mazmur 137:4 (sir Jahweh “nyanyian TUHAN”). Sedangkan bentuk femininnya, sirah, ditemukan misalnya dalam Keluaran 15:1; Ulangan 31:30 dan Bilangan 21:17. Kedua adalah mizmor (LAI: Mazmur).  mizmor muncul hampir merata dalam Kitab Mazmur (muncul sebanyak 57 kali!).  Ketiga adalah qina. Kata ini berarti ratapan, keluh kesah (lament). Misalnya dalam kisah Daud yang menangisi atau meratapi kematian Saul dan Yonathan (2 Sam. 1:17). Lihat juga nubuatan Amos (Am. 8:10).

Meskipun ketiga kata di atas sangat berguna untuk masuk ke dalam gagasan kuno tentang literatur atau tentang musik dan genre, toh ketiganya tidak  serta merta dapat diadopsi ke dalam konsep modern mengenai puisi.


[1] Kanon Aleksandria. Kanon Ibrani mengelompokkannya ke dalam ‘ketuvim’ (Tulisan-tulisan)

[2] dalam Introduction to Hebrew Poetry, p. 301.

[3] sirah adalah bentuk feminine dari sir.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: