Mengenal BHS

16 02 2011

Setuma adalah penanda akhir paragraf (close paragraph). Petuha adalah penanda awal paragraf (open paragraph).

Seder adalah tanda pembagian pembacaan Torah di lingkup Yahudi-Palestina. Mereka membagi Torah ke dalam 167 bagian.

Parashot[ah] adalah tanda pembagian pembacaan Torah di lingkup Yahudi-Babilonia. Mereka membagi Torah menjadi 57 (parashah) bagian. Dengan demikian pembacaan Torah menjadi rampung dalam satu tahun. Karena per-minggu mereka akan membaca satu parashot.

Ketiv-qere: tertulis-dibaca.  Ketiv-qere hanya berhubungan dengan masalah ejaan varian.

Hapax legomenon menyatakan bahwa kata yang muncul adalah unik dan satu-satunya kata yang muncul dalam Alkitab. Biasanya diindikasikan dengan konsonan lamed dengan sebuah titik kecil di atasnya (lih. gambar)

Massora parva (Mp): menyatakan frekwensi munculnya sebuah kata dalam sebuah teks (atau: ayat). Dengan kata lain sebuah kata bisa muncul lebih dari 1 kali, atau bahkan hanya satu kali (yang lazim di sebut: hapax legomenon). Memang tidak terlalu signifikan, tetapi tetap juga penting dalam penelusuran sejauh mana sebuah kata muncul secara gradual atau hanya sekali dalam teks.

Massora magna (Mm): terdapat di bawah teks BHS. Masora magna biasanya di dahului oleh Cp. (misalnya: Cp 12) yang berarti pasal (12) dari kitab itu. Setelah itu muncul mm dengan jumlah angka disampingnya (misalnya mm 641). Kita bisa menelusuri Cp 12 itu dalam daftar khusus yang dipublikasikan secara terpisah.

Kritik apparatus terdapat di bawah Mm. Beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai kritik apparatus. Cp adalah penanda pasal yang dirujuk. Setelah itu muncul sejumlah ayat dengan beberapa keterangan atau catatan kecil di samping, di atas (biasanya superscript). Menurut  Brotzman ada dua kesulitan besar yang menjadi kendala bagi mahasiswa dalam membaca kritik apparatus, a.l.: (1) sejumlah symbol  menunjuk pada varietas (jenis/ragam) manuskrip dan sejumlah edisi lainnya yang dari varian-varian (manuskrip) yang dikutip (lih. BHS atau terjemahannya. Atau bisa juga dilihat dalam terjemahan R.E. Brotzman sendiri, hlm. 104-105). Kesulitan kedua adalah teks apparatus ditulis dalam singkatan bhs. Latin. Namun dalam Hans Peter Rüger sudah menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris (lihat misalnya edisi terakhir dari BHS, hlm. LIX-LXIX).

Kritik apparatus berfungsi sebagai lumbung informasi mengenai alternatif ‘bacaan’ sebuah kata (atau kata-kata). Alternatif itu disuguhkan baik ‘di dalam teks’ atau ‘dari luar teks’ itu sendiri (manuskrip atau versi lainnya). Di samping itu, perlu juga ditegaskan di sini, dalam kritik apparatus terdapat juga sugesti atau usulan-usulan dari editor BHS itu sendiri (misalnya editor dari BHS versi terakhir adalah K. Elliger dan W. Rudolph).

catatan: gambar diambil dari http://www.bibelwissenschaft.de/nc/wibilex/das-bibellexikon, tgl. 17 feb 2011; gambar kedua diambil dari: http://www.sesb-online.de/anwendungsbeispiele/textkritik-exegese.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: