Masoretik Teks

2 03 2011

Würthwein berpendapat bahwa keberadaan manuskrip pada abad ke-10/11 adalah sangat jarang bahkan terasa janggal. Ia juga menambahkan bahwa manuskrip secara melimpah terdapat pada periode yang lebih belakangan.  Koleksi dari manuskrip-manuskrip Ibrani yang lebih komprehensif dan lebih bernilai, terdapat di State Public Librabry di St. Petersburg. Ada dua koleksi manuksrip yang dibawa ke sana pada tahun 1863 dan 1876 oleh seorang anggota sekte Karaite Rusia, Abraham Firkowitsch, terutama dari sinagoge-sinagoge Karaite di Timur. Firkowitsch adalah seorang pemalsu yang dikenal berkelakukan buruk. Ia seringkali menambah kolofon baru dan menghilangkan tanggal atau tahun yang tertera dalam sejumlah manuskrip-manuskrip awal. Tujuannya hanya satu: untuk membuktikan bahwa sektenya, Karaite, adalah sekte yang sudah dikenal sejak lama. Fakto lain yang mendorongnya untuk melakukan itu juga adalah prasuposisinya bahwa sektenya, Karaite Yahudi, adalah satu-satunya Yahudi sejati.  Meskipun demikian, menurut Würthwein, manuskrip-manuskrip yang ia kumpulkan sangat penting. Dalam kalkulasi Würthwein, koleksi manuskrip (kedua) yang berkaitan dengan bagian Alkitab  yang dibawa oleh Firkowitsch terdiri atas 1,582 bagian yang disalin ke dalam perkamen-perkamen dan 725 bagian lainnya di salin di atas kertas. Koleksi lainnya pada perpustakaan yang sama mencapai 1,200 fragmen.  Diduga koleksi itu berasal dari Geniza Kairo yang dikumpulkan oleh Antonin, seorang archimandrite Rusia di Yerusalem (Würthwein, 31).

Namun yang paling terkenal dari sejarah teks Perjanjian Lama adalah ketika ditemukannya manuskrip di Qumran (Q) di Laut Mati pada 1947. Penemuan-penemuan ini telah menenmpatkan kita pada kepemilikan manuskrip beberapa abad lebih tua dari yang pernah kita ketahui sebelumnya. Würthwein berpendapat bahwa manuskrip-manuskrip itu berasal dari satu kelompok dan satu periode yang pada waktu itu belum ada satu bentuk teks yang dianggap dan disebarkan sebagai satu-satunya teks yang secara eksklusif otoritatif (Würthwein, 31).

Bagian yang paling populer dari Qumran adalah gua 4 (cave 4) dengan jumlah fragmen lebih dari 380 manuskrip. Kira-kira 120 diantaranya berkaitan erat dengan teks Alkitab PL, dan gua 11 (cave 11) yang berisi (seperti halnya gua 1 [cave 1]) teks-teks yang relatif tidak rusak.  Bukti arkeologi untuk Qumran sendiri diduga berasal dari tahun 70 M. (lihat lebih lanjut Imanuel Tov).

Di samping penemuan teks-teks Qumran, penemuan di Murabba’at (dikenal dengan singkatan: Mur) juga memberikan informasi yang  signifikan. Penemuan di Murabba’at sendiri mencakup teks-teks biblical dari abad ke-2 M. Penemuan penting lainnya adalah ditemukannya 14 gulungan dengan teks PL yang berasal dari tahun 733 M, yang ditemukan pada tahun 1963-1965 di Masada, di padang gurun Judea. Dari tiga penemuan di atas hampir dapat dipastikan bahwa teks Kitab Yehezkiel tampaknya adalah varian yang kurang signifikan.

Oleh karena Qumran merupakan penyuplai informasi terbesar mengenai manuskrip maka kita perlu membicarakannya terlebih dahulu, di samping introduksi singkat di atas.

Qumran

Sudah disebutkan di atas bahwa teks-teks PL yang ditemukan pada tahun 1947 terdapat atau tepatnya ditemukan dalam sejumlah gua (cave). Pertama, kita akan membahas gua 1 (cave 1). Dalam cave 1 ini adalah manuskrip Yesaya (1QIsa=Qa).  Gulungan ini terutama menyokong Masoretik Teks (MT).  Namun perlu diingat juga bahwa gulungan memiliki sejumlah besar varian-varian teks. Varian-varian teks ini memang menjadi perhatian para sarjana PL, khususnya ketika membahas Kitab Yesaya dalam riset/rekonstruksi teks atau eksegesis. Memang ada beberapa  pendapat yang berbeda mengenai Qa di atas. Misalnya Shemaryahu Talmon (dikutip dari Würthwein) yang berpendapat bahwa 1Qisa atau Qa adalah sebuah kesaksian pada eksegesis Yahudi, dan penulisnya adalah seorang ekseget yang sangat terampil. Arie van der Kooij berpendapat bahwa penulis gulungan Qa bukan saja seorang penyalin, tetapi lebih dari pada itu, ia adalah seorang sarjana yang sangat terpelajar, dan dapat dibandingkan dengan Guru Kebenaran (the Teacher of Righteousness). Di samping Qa terdapat juga manuskrip Yesaya yang kedua yang dinisialkan sebagai 1QIsb atau dikenal dengan Qb. Manuskrip ini bersifat fragmentaris. Meskipun demikian manuskrip ini terlihat memiliki kesamaan yang cukup erat dengan Masoretik Teks.

Gua 1 (cave 1) bukan hanya berisi gulungan Kitab Yesaya, tetapi juga gulungan Kitab Habakuk, yang dikenal dengan inisial 1QpHab.  Gulungan ini terdiri atas dua lembar kulit yang dijahit secara besama.  Tampak fisiknya mensyaratkan bahwa hanya (lembar) bagian atas yang terawat. Di dalamnya terdapat rumusan kalimat “ini berarti…[this means….]” yang dikenal luas sebagai sebuah introduksi tafsiran. Sebutan popular untuk gulungan ini adalah peser (tafsiran Habakuk).

Selain gulungan kitab Yesaya, terdapat juga gulungan Kitab Mazmur (dalam Qumran).  Gulungan ini ditemukan dalam gua 11 (cave 11), dan dikenal dengan singkatan 1QPsa.  Dalam gulungan ini terdapat 41 Mazmur kanonik dari bagian ketiga Mazmur dan tujuh  Mazmur apokrif termasuk satu yang dikenal dari terjemahan LXX (Mzr. 151) dua dari terjemahan Syria, dan satu dari Sirach 51:13-30. Jika dibandingkan dengan Masoretik Teks maka susunan Mazmur ini sangat jauh berbeda dengan 1QPsa, apalagi ditempatkannya Mazmur apokrif diantara Mazmur kanonik.

Papyrus

Papyrus termasuk salah satu bukti teks yang ditemukan pada tahun 1947. Karena sampai dengan tahun tahun itu, 1947, kesaksian tertua untuk teks PL (Ibrani) adalah lembaran papyrus yang didapat pada tahun 1902 oleh W.L. Nash di Mesir, yang kemudian juga didonasikan kepada perpustakaan Universitas Cambridge.  Papyrus ini kemudian, dalam studi teks PL, dinamakan Nash Papyrus. Isinya adalah salinan Dekalog/10 hukum, yang terutama didasarkan pada Keluaran 20:2-17 dan sebagaian dari Ulangan 5:6-21. Juga shema dari Ulangan 6:4.  Namun naskah papyrus ini tampak rusak/tidak terawat. Seorang arkeolog terkenal, W.F. Albright, menduga bahwa Nash Papyrus berasal dari periode Makabeus. Namun P. Kahle berpendapat bahwa papyrus ini berasal dari periode sebelum keruntuhan Bait Allah. Catatan khusus untuk shema (Ulangan 6:4 dst.). Dalam Nash Papyrus Shema dimulai dengan frasa yang sama dengan LXX dan tidak sama dengan Masoretik Teks (MT).

Fragmen Geniza

Apa yang ditemukan di Geniza di Mesir sungguh tidak ternilai. Diperkirakan ada 200.000 fragment yang ditemukan di sana. Di samping teks-teks Alkitab (dalam bahasa Ibrani, Aram, dan terjemahannya dalam bahasa Arab) ada juga Midrash, Mishna, Talmud, teks-teks liturgis, sejumlah daftar, huruf-huruf, dan masih banyak lagi (Würthwein, 35). Yang paling khusus adalah ditemukannya salinan Hikmat Yesus ben Sirah dalam bahasa Ibrani yang hampir komplit, yang diduga berasal dari dabad ke-2 atau ke-1 sM, yang juga disebut  ‘Dokumen Zadok’. Fragmen Geniza yang paling awal dapat diduga berasal dari abad ke-5 masehi. Anda yang berminat untuk melihat fragmen Geniza dapat melihatnya secara langsung di perpustakaan Cambridge University dan perpustakaan Bodleian di Oxford.

Manuskrip-manuskrip keluarga Ben-Asher

Pada paruh kedua dari abad ke-8 s.d. abad ke-10 M, keluarga Ben-Asher, yang dikenal sebagai Masoretes (ahli-ahli kitab), memainkan peran penting di kalangan Masoret di Tiberias. Melalui mereka kita mewarisi beberapa kodeks yang sampai hari ini bisa kita gunakan.

  1. Kodeks Kairensis (C). Kodeks ini berisi Former dan Latter Prophets di tulis/disalin oleh Moses ben Asher pada tahun 895 M. Hal itu teridentifikasi dari kolofon kodeks. Meskipun beberapa ahli, misalnya L. Lipschütz dan yang lainnya, mencoba membuktikan dengan berbagai cara bahwa kodeks ini sebenarnya lebih cocok disebut dekat dengan tradisi Ben-Naftali.  Belakangan kodeks ini menjadi direstorasi dan dimiliki oleh sekte (komunitas) Karaite di Kairo.
  2. Kodeks Aleppo. Manuskrip ini berisi Perjanjian Lama seluruhnya dan diperkirakan berasal dari paruh pertama abad ke-10 M. Dari kolofon diketahui bahwa Moses ben Asher tidak sendirian menulis/menyalin kodeks ini.  Moses ben Asher justru bertanggung jawab mencantumkan tanda-tanda vokal dan tanda baca lainnya, misalnya: tanda aksen, dll. Tidak seperti kodeks lainnya, ternyata kodeks Aleppo digunakan secara liturgis, misalnya pada hari raya Paskah, Tabernakel, dll. Kodeks ini tidak digunakan untuk studi.
  3. Kodeks Leningradensis (L). Manuskrip ini berasal dari keluarga Ben-Asher. Dari kodeks inilah kita memperoleh teks standar PL. Dari kolofon terungkap bahwa manuskrip ini disalin/dikopi pada tahun 1008 M dari eksemplar-eksemplar yang disalin oleh Aaron (Harun) ben Moses ben Asher.

Kodeks Petersburg

Kodes Petersburg (VP) berisi salinan Kitab Nabi-nabi diantaranya: Kitab Yesaya, Yehezkiel, dan Kitab nabi-nabi Kecil termasuk kedua adanya catatan masora yakni small dan large masora. Kodeks ini diperkirakan berasal dari tahun 916 M. Kodeks ini ditemukan oleh Firkowitsch pada tahun 1839 M, di sinagoge Chufutkaleh di Crimea.  Signifikansi kodeks ini memberikan legitimasi pada sistem vokal Babylonia yang sempat tidak terdengar beberapa abad lamanya. Meskipun demikian dalam beberapa halaman (hlm. 212a, 221a) terlihat bahwa system vokal Babylonia diganti dengan system Tiberias.

Kodeks Erfurt

Kurang lebih tiga kodeks yang digunakan dalam BHK, yang dikenal dari lokasi mereka mula-mula, yakni Erfurtenis 1, 2, dan 3.  Erfurt 1 (E1) berasal dari abad ke-14 M dan berisi PL (Ibrani), Targum, dan small serta large masora. Erfurt 2 (E2) berasal dari abad ke-13 M, berisi PL (Ibrani), Targum Onkelos dan small serta large masora. Erfurt 3 (E3) diperkirakan berasal dari tahun 1100 M (Kahle). Kodeks ini berisi: PL (Ibrani), small dan large Masora, kutipan-kutipan Okhla weOkhla. Ini adalah manuskrip yang penting.

Beberapa kodeks yang hilang

Di samping kodeks-kodeks di atas, ada juga kodeks lainnya yang hilang. Sejumlah kodeks ini dirujuk dalam Biblia Hebraica (BH).

  1. Kodeks Severi (Sev.). Manuskrip ini berasal dari sinagoge Severus di Roma. Terdapat 32 variant bacaan Pentateukh di dalamnya. Menurut informasi, kodeks ini adalah bagian dari jarahan yang dibawa ke Roma pada tahun 70 M dan dipersembahkan kepada Kaisar Severus (+ 222-235 M) yang kemudian dibawa ke sebuah sinagoge yang dibangunnya.  Saya setuju dengan Würthwein yang mempertanyakan akurasi informasi ini. Sebab jika tradisi ini benar maka manuskrip ini tidak termasuk dalam kategori kodeks, namun lebih kepada kategori ‘gulungan’ (scroll). Pada catatan kritik apparatus Kejadian 18:21; 24:7 dan pada versi BHK, khususnya Bilangan 4:3.
  2. Kodeks Hillel (Hill.). Secara tradisional ditulis oleh Rabi Hillel ben Moshe ben Hillel kira-kira tahun 600 M. Oleh para sarjana PL, kodeks ini dianggap sangat akurat.  Itulah sebabnya kodeks ini digunakan untuk mengoreksi manuskrip-manuskrip lainnya.
  3. Kodeks Muga. Belum jelas, apakah Muga merupakan indikasi nama tempat atau penulis. Atau apakah Muga juga merupakan indikasi bahwa (artinya: benar, tepat ‘corrected’) teks itu adalah yang tepat, benar.  Band. apparatus (BHK) Kej. 6:3; 19:6, dan BHS, Kel. 25:19; Im. 26:9.
  4. Kodeks Yerikho. Lihat apparatus Kej. 31:36; Bil. 24:23 dan pada versi BHK, Bil. 5:28.  Tidak ada informasi mengenai kodeks ini.
  5. Kodeks Yerushalmi.  Band. apparatus Kej. 10:19 (BHK).  Tidak ada informasi tentang kodeks ini.

keterangan: gambar diambil dari http://www.truthnet.org/Bible-Origins/1_WhatistheBible/index.htm.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: