Imamat 1-7 dan 16

7 12 2011

Kesejarahan Kitab Imamat (lihat hubungan erat Keluaran 40:34 dan Imamat 1:1, khususnya terkait dengan kata ’ohel mo‘ed) mengandung konsekuensi terhadap maksud kitab tersebut. Anda dan saya tentu saja tahu bahwa Kitab Imamat terdiri atas: hukum-hukum (laws) dan ketetapan-ketetapan (regulations).
Ketetapan-ketatapan itu sendiri sangat jelas dihubungkan dengan moment tertentu dalam sejarah umat Israel (yang bisa ditelusuri kembali dalam Kitab Keluaran), misalnya: berdomisilinya Israel di Sinai (untuk sementara waktu), serta catatan sejarah mengenai tempat-tempat persinggahan antara eksodus dari Mesir dan ‘entry’ (masuk) ke tanah perjanjian.
Dengan kata lain ketetapan-ketetapan/peraturan-peraturan itu, c.q. tentang kurban persembahan dan hari pendamain, harus dibaca dalam perspektif di atas. Tujuan ‘exodus’ dan ‘entry’ harus dikoneksikan dengan regulasi-regulasi di atas.
Apa sebenarnya tujuan keluar dari Mesir dan masuk ke tanah perjanjian? Sebelum dan ketika TUHAN menuntun keluar umat Israel dari Mesir, Ia telah menjanjikan bahwa mereka akan masuk ke tanah perjanjian, yang berlimpah susu dan madu. Tetapi nuansa berita itu tidak tampak dalam inti berita yang TUHAN berikan kepada Musa untuk menghadap Firaun. Malah yang menjadi aksen penting dalam berita itu adalah: biarkanlah umat-Ku pergi untuk beribadah kepada-Ku (Ex. 7:26; 9:1, 13). Dimensi tanah perjanjian itu dapat dikatakan sebagai unsur/aspek ke sekian dari tujuan TUHAN yang sebenarnya.
Langsung setelah umat Israel sampai di Sinai dan Musa naik ke gunung itu untuk bertemu dengan TUHAN, Musa pun turun dengan nuansa message yang menyolok: “…kalian adalah kerajaan imam, bangsa yang kudus” (Kel. 19:6). Sungguh berbeda bukan?

Seringkali peristiwa “eksodus” mengarahkan kita kepada pembebasan umat Allah dari perbudakan. Hal itu ada benarnya. Tetapi itu bukan tujuan satu-satunya. Tujuan utama TUHAN untuk membebaskan Israel adalah agar umat itu melayani-Nya, hidup bersama-sama dengan TUHAN, dan TUHAN bersama-sama dengan mereka. Bersama dengan TUHAN berarti “terpisah” dari bangsa lain dan dari semua yang bertentangan/berlawanan dengan kekudusan TUHAN (Im. 11:44-45; 19; 20:26)
Tujuan dari semua ketetapan-ketetapan dalam Kitab Imamat adalah untuk menjelaskan bagaimana Israel pada jalan/cara TUHAN harus “berjalan” dan “hidup”. Itulah sebabnya muncul 7 pasal pertama yang mengatur ketetapan tentang kurban persembahan dan juga pasal 16 sebagai hari pendamaian besar; kedua bagian ini sebenarnya, secara tidak langsung, menyatakan dengan jelas kepada kita bahwa Israel seringkali keliru alias gagal.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: