Pemecatan Imam

26 04 2018

Secara mengejutkan bahwa Salomo dengan berani memecat seorang imam (1 Raj. 2:27), Tidak tanggung-tanggung tindakannya itu  dipandang sebagai penggenapan dari vonis TUHAN kepada keimaman dari garis keturunan Eli.

Apa sebenarnya yang terjadi pada Eli? Menurut 1 Samuel 1:3, dua anaknya mencederai kekudusan pelayanan seorang imam. Kurban persembahan dilecehkan. Mereka bahkan berbuat seenaknya. Memang benar bahwa yang menjadi imam pada waktu itu adalah Hofni dan Pinehas. Dengan lain kata, Eli, karena sudah lanjut umur, memilih ‘pensiun’ dari dunia pelayanan imam.

Sebagai ayah, sekaligus imam, Eli menyadari bahwa ia harua memegang teguh prinsip pelayanan seorang imam. Hukum-hukum terkait itu tidak dapat ditoleransi atau dikompromikan. Maka, mau tidak mau, Eli harus mengajarkan apa yang berkenan dan tidak berkenan ketika seseorang menjadi dan memikul tanggungjawab pelayanan itu.

Ketika mendapati kedua anaknya justru melenceng jauh, Eli tidak bisa berbuat banyak. Waktunya seolah-olah tidak lagi tepat untuk menasihati mereka. Sudah sewajarnya Eli berpikir demikian. Namun, bukan berarti ia lalu divonis lalai mendidik anak-anaknya pada waktu kecil. Terkait hal ini, kita bisa menduga  bahwa ia mendidik mereka, tetapi setelah dewasa kedua anaknya tidak lagi berpijak pada nasihat dan ajaran Eli. Satu-satunya yang disinggung adalah Eli tidak menegur ketika Hofni dan Pinehas melakukan perbuatan tercela. Itu saja.

Gambaran yang dilukiskan oleh narator adalah pembiaran Eli terhadap kejahatan kedua anaknya. Oleh sebab itu, tidak mengherankan bahwa keimaman dari keturunannya tidak lagi akan berada dalam hitungan pelayanan imam. Jika ada keturunannya yang melayani, pasca hukuman TUHAN bagi Eli dan keturunannya, misalnya Ahitub di Nob, itu juga tidak berlangsung lama. Pedang hukuman tidak menjauh dari keturunannya.

Puncak dari tragedi imam Eli adalah pemecatab Abyatar oleh Salomo. Pemecatan itu mendapat citra positif bahwa Salomo secra tidak langsung menjadi perpanjangan tangan TUHAN.

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: